







Tiga Salib Golgota
Puncak bukit kapur menghadirkan tiga salib monumental sebagai pusat permenungan sengsara dan wafat Kristus, menghadap panorama luas lembah perbukitan Sumba yang teduh.
Gua Maria de Fatima
Ceruk alami batu karang putih dipersiapkan sebagai ruang hening rosario, dinaungi pepohonan rindang untuk peziarah yang merindukan perantaraan doa Bunda Maria.
Jalur Jalan Salib
Jalur pejalan kaki bertingkat landai melintasi empat belas stasi perhentian, dirancang ramah bagi peziarah lanjut usia dengan bangku peristirahatan batu alami.
Pendopo Doa Bersama
Fasilitas aula terbuka beratap ilalang ramah lingkungan untuk katekese, ibadat sabda kelompok, serta tempat berkumpul peziarah sebelum memulai pendakian rohani.
Tahapan Pembangunan Terukur
Pematangan Lahan & Legalitas
Pondasi Salib & Struktur Gua
Pembangunan Jalur Stasi
Penataan Lanskap & Peresmian
Pengerjaan fisik jalan setapak Jalan Salib empat belas stasi, pemasangan pegangan pengaman, serta penyediaan penerangan surya hemat energi.
Penyelesaian berkas hak guna lahan gerejawi, pemetaan kontur topografi bukit, serta pembukaan akses jalan masuk awal bagi kendaraan logistik material.
Pemasangan pondasi kokoh tiga salib di puncak bukit, pembentukan dinding batu gua Maria, serta perataan teras pelataran doa utama.
Penanaman pohon peneduh lokal, penyediaan fasilitas sanitasi peziarah, serta persiapan upacara pemberkatan kawasan ziarah oleh otoritas gerejawi.
Wujudkan Rumah Doa di Perbukitan Sumba
Setiap batu alam dan ukiran salib terwujud berkat kemurahan hati umat beriman. Mari bergotong-royong mendukung terwujudnya oase rohani di tanah Weepengali.


